Renegade Immortal Bab 85

🌟 Preview Bab Ini:

Wang Lin mengekstraksi esensi kehidupan Teng Li, mengubahnya menjadi bola darah, daging, dan tulang yang pekat, lalu menyuling sisa-sisa jiwanya yang bingung menjadi sosok ilusi yang tak berdaya. Ia menggunakan teknik mengerikan untuk “mencuri fondasi” seseorang, sebuah ritual yang mengerikan untuk mendapatkan kekuatan dari korban, menyisakan mereka dalam kondisi yang mengerikan.


Renegade Immortal

Bab 85 – Mencuri Fondasi (5)

Teng Li tiba-tiba membuka matanya. Matanya tidak bersinar dan merah. Bibirnya bergetar dan rahangnya terkatup rapat.

Wang Lin menggambar simbol rumit di udara dengan tangan kanannya. Kemudian, dia menggigit jarinya dan meneteskan setetes darah ke kepala Teng Li.

Teng Li mengerang saat tubuhnya mulai bergerak dengan hebat. Sesuatu mulai bergerak di bawah kulitnya dan menuju dadanya.

Tidak lama kemudian, tubuh Teng Li tampak menyusut karena semua otot dan urat di tubuhnya membentuk bola daging besar di dadanya.

Mata Wang Lin berbinar. Tangan kanannya melambai dan melancarkan teknik lainnya. Dengan suara keras, bola daging itu terpisah dari tubuh Teng Li. Tubuhnya kini hanya tinggal sekantong tulang.

Wang Lin menarik napas dalam-dalam dan memuntahkan seteguk energi spiritual lagi. Energi itu memasuki bola daging dan, setelah beberapa saat, menyusut hingga seukuran bola darah.

Wang Lin menunjukkan ekspresi kelelahan. Dia mengeluarkan labu dan meneguknya sebelum mulai berkultivasi. Setelah beberapa saat, dia membuka matanya dan menunjuk ke tubuh Teng Li.

Tiba-tiba, suara retakan keras memenuhi udara. Semua tulang di tubuh Teng Li hancur menjadi bubuk tulang dan membentuk bola debu tulang.

Bola-bola darah, daging, dan tulang berjejer, melepaskan aura iblis.

Wang Lin menghela napas dan bergumam pada dirinya sendiri, “Untuk mencuri fondasi seseorang, kamu membutuhkan darah, daging, tulang, jiwa, dan akar spiritualnya. Selain itu, orang tersebut tidak akan mati saat kamu mengambil darah, daging, dan tulangnya. Teknik ini terlalu kejam.”

Situ Nan berkata pelan, “Ini bukan apa-apa. Di negara asalku, ada sekte iblis yang mencuri inti. Hal itu benar-benar kejam. Bukan hanya orang yang inti tubuhnya diambil yang menderita, bahkan orang yang mencurinya pun harus menderita, semuanya dengan tingkat keberhasilan kurang dari 1%.”

Wang Lin merenung sejenak dan kembali fokus. Ia mengarahkan tangannya ke Teng Li dan mulai melantunkan mantra. Saat Wang Lin melantunkan mantra semakin cepat, gas putih keluar dari tumpukan daging yang dulunya adalah tubuh Teng Li dan berkumpul di udara.

Setelah waktu yang tidak diketahui, gas putih tersebut menjadi sangat padat dan membentuk sosok manusia. Jika diperhatikan dengan seksama, sosok tersebut tampak persis seperti Teng Li.

Mata orang kecil itu menunjukkan ekspresi bingung dan tubuhnya bergetar. Perlahan, ekspresi bingung itu menghilang saat dia menatap Wang Lin dengan kejam dan mengeluarkan beberapa teriakan pelan.

Wang Lin bahkan tidak berkedip sedikit pun. Dia melambaikan tangannya dan sebuah cahaya merah muncul. Orang kecil itu tampaknya takut dengan cahaya merah itu dan mencoba melarikan diri, tetapi area 3 meter di sekitar tubuh Teng Li seperti penjara. Tidak peduli seberapa keras orang kecil itu mencoba melarikan diri, dia tidak bisa keluar.

Akhirnya, orang kecil itu menyadari bahwa ia tidak bisa melarikan diri. Ia mengeluarkan tatapan tajam dan menyerbu ke arah lampu merah.

Wang Lin menunjukkan ekspresi datar saat melambaikan tangannya. Cahaya merah berputar di sekitar orang kecil itu beberapa kali dan menariknya ke arah Wang Lin.

Wang Lin tahu bahwa langkah ekstraksi jiwa sangatlah penting. Ia harus mengekstrak jiwa dengan aman dari jarak 3 meter itu tanpa merusaknya. Meskipun jiwa yang rusak tidak akan memengaruhinya untuk mencuri fondasi, ia tidak akan dapat menggunakan akar roh Teng Li untuk meningkatkan miliknya sendiri jika jiwa itu rusak.

Bagian:12