Pesona Pujaan Hati Bab 7464 (Lanjutan Hal. 2)

Lanjutan Cerita: Anda sedang membaca halaman 2. Silakan lanjutkan membaca di bawah ini...

=== HALAMAN 2 ===

Intimidasi Amerika dan Pengorbanan Harga Diri Jepang

Suasana di ruang rapat virtual itu mencekam.

Jenderal Amerika melanjutkan instruksinya dengan nada memerintah, seolah-olah pejabat Jepang adalah bawahannya.

“Kalian harus bilang pada dunia bahwa ilmuwan-ilmuwan itu melakukan eksplorasi ilegal. Mereka kriminal.”

Ia menoleh ke arah Menteri Pertahanan Jepang di layar.

“Dan kau… Kau harus mengaku bahwa KAU yang mengundang kami.

“Katakan pada pers bahwa Jepang meminta bantuan militer AS untuk menumpas pemberontakan. Jadi, kehadiran kami di Antartika adalah legal atas undangan sekutu.”

“Soal penyiksaan?” Jenderal itu tersenyum sinis. “Itu juga ide kalian. Bilang saja kalian meminta kami melakukan ‘interogasi intensif’ untuk menggali informasi.”

Kemarahan yang Tak Berdaya

Wajah Menteri Pertahanan Jepang memerah padam karena malu dan marah. Harga dirinya diinjak-injak.

“Tuan!” protesnya dengan suara bergetar.

“Memang benar kami minta bantuan menumpas pengkhianat. Tapi kami TIDAK PERNAH meminta kalian menyiksa rakyat kami dengan cara sadis begitu!”

“Bagaimana kami bisa menjelaskan ini pada rakyat Jepang?! Jika kami mengaku menyuruh kalian menyiksa, kabinet kami akan runtuh! Rakyat akan menggantung kami!”

Jenderal Amerika itu menggebrak meja.

“BAJINGAN!” teriaknya.

“Aku tidak peduli bagaimana kalian menjelaskan diri kalian pada rakyat kalian!”

Matanya melotot tajam melalui kamera.

“Aku hanya peduli bagaimana AKU menyelamatkan wajah Amerika Serikat!”

“Pilihannya cuma dua: Kalian mengaku salah dan menyelamatkan aliansi ini, atau kami akan menghancurkan reputasi kalian lebih dalam lagi.”

Ancaman itu nyata. Jepang sadar posisi mereka. Sebagai “mitra junior”, mereka tidak punya daya tawar di depan sang “Kakak Tua”.

Mereka dipaksa memakan kotoran yang dilempar oleh Amerika, dan harus tersenyum sambil bilang “Terima kasih”.

Dunia Menunggu Penjelasan

Di luar sana, jam terus berdetak.

Wartawan dari CNN, BBC, Al Jazeera, dan seluruh media besar dunia sudah berkumpul di ruang pers Gedung Putih. Kamera-kamera menyala, siap menyiarkan kebohongan besar abad ini.

Dunia sedang marah. Protes meletus di London, Paris, dan Tokyo.

Namun di dalam ruang tertutup itu, skenario kotor sedang disepakati.

Kebenaran akan dikubur. Jepang akan dikorbankan. Dan Amerika Serikat akan sekali lagi mencoba mencuci tangan dari darah yang mereka tumpahkan di atas es putih Antartika.

Ruang pers Gedung Putih bersiap untuk konferensi pers global mengenai skandal Antartika.
Dunia menunggu kebohongan apa yang akan disampaikan di podium paling berkuasa ini.
« Bab 7,463Daftar Bab