=== HALAMAN 2 ===
Badai Viral dari Kotak Masuk Email
Strategi Charlie sangat licik namun efektif.
Influencer internet tidak peduli dengan “Hubungan Bilateral” atau “Diplomasi”. Mereka peduli dengan Views, Likes, dan Shares.
Mendapatkan video eksklusif tentang kekejaman militer AS terhadap warga Jepang adalah seperti mendapatkan durian runtuh. Itu adalah konten “Emas”.
Charlie tidak hanya mengirim ke satu orang. Ia mengirim ke puluhan influencer sekaligus.
Ini adalah taktik “Cadangan”. Jika Influencer A takut memposting, Influencer B pasti akan memposting demi mencuri start. Kompetisi demi trafik akan memaksa kebenaran terungkap.
Begitu satu orang mengunggahnya, seluruh internet Jepang akan meledak. Kemarahan nasional akan memaksa pemerintah Jepang dan dunia internasional untuk bertindak.
…
Pagi yang Biasa di Tokyo
Sementara itu di Jepang, matahari baru saja terbit.
Ribuan mil dari neraka beku Antartika, para konten kreator di Tokyo, Osaka, dan Kyoto sedang memulai hari mereka.
Dunia konten kreator Jepang sedang jenuh. Plagiarisme merajalela. Semua orang mencari ide segar.
Seorang YouTuber terkenal yang biasa membahas teori konspirasi dan politik sedang duduk bosan di depan komputernya. Ia butuh bahan baru. Sesuatu yang meledak.
“Tidak ada berita menarik hari ini,” keluhnya sambil menyeruput kopi.
Tiba-tiba, notifikasi email berbunyi.
Sebuah pesan masuk dari pengirim anonim yang terenkripsi.
Judul email itu begitu provokatif dan mengerikan, membuat siapa pun yang membacanya akan berhenti bernapas sejenak:
“BUKTI BOCOR: Amerika Serikat Melanggar Perjanjian Antartika! Pasukan AS Menyiksa Ilmuwan Jepang di Stasiun Showa!”
Tangannya gemetar saat mengklik lampiran video tersebut.
Di layar komputernya, gambar beresolusi tinggi mulai berputar. Menampilkan tentara berseragam Amerika, salju putih, dan teriakan kesakitan rekan senegaranya yang disiksa tanpa ampun.
Ia terbelalak. Kopi di tangannya nyaris tumpah.
Ini bukan sekadar konten. Ini adalah perang.
Dan tombol “Upload” di depannya adalah pemicunya.
