=== HALAMAN 2 ===
Interogasi yang Dibungkam dan Akhir Ancaman
Orang pertama yang menyerah, Kohei Kikuchi, segera diringkus kasar oleh militer AS. Anggota ekspedisi lainnya menyusul ditangkap tanpa perlawanan.
Saat itu, Goro Watanabe keluar dari kendaraan lapis baja AS. Wajah pejabat Jepang itu penuh kesedihan dan amarah.
“Negara telah menghabiskan begitu banyak uang untuk mengirim kalian ke sini!” teriak Watanabe. “Mengapa kalian mengkhianati negara?!”
Kikuchi, meski ditahan, menjawab tanpa rasa takut.
“Mereka tidak mengkhianati negara! Mereka hanya mengikuti perintahku. Semuanya adalah pengaturanku!”
Watanabe ternganga. Ia sudah menghafal data seluruh tim.
“Dasar Kikuchi sialan!” maki Watanabe. “Apa sebenarnya yang kau teliti di Antartika tanpa sepengetahuan kementerian?!”
Belum sempat Kikuchi menjawab kebohongan tentang emas, tentara Amerika bertindak.
Mereka langsung melumpuhkan Kikuchi dan menutup mulutnya dengan lakban.

Militer AS tidak bodoh. Tindakan tim ini terlalu mencurigakan. Pasti ada rahasia besar, dan mereka tidak ingin Watanabe (Jepang) mendengarnya lebih dulu.
Amerika ingin memonopoli informasi itu.
Pejabat Jepang Tak Berdaya
Watanabe mencoba protes, tapi dua tentara AS langsung membungkamnya dan menyeretnya kembali ke kendaraan lapis baja.
Sebagai orang kedua di kementerian, Watanabe merasa sangat tidak berdaya. Ia diperlakukan tak lebih dari tahanan.
Segera, tahanan dipisah.
Satu kelompok kendaraan membawa Kikuchi dan timnya ke Stasiun McMurdo untuk interogasi intensif. Kelompok lain membawa Watanabe yang frustrasi menuju stasiun penelitian Jepang.
Pelarian ke Selatan
Sementara itu, Wu Bolin telah berlari beberapa kilometer jauhnya dalam satu tarikan napas.
Ia menggunakan energi spiritualnya secara boros demi kecepatan.
Ia tidak berani berhenti. Karena militer AS datang dari timur dan garis pantai utara membeku, ia tidak punya pilihan.
Ia melaju kencang sepuluh kilometer ke barat untuk menghindari radar, lalu membanting arah tajam ke selatan. Menuju kedalaman benua yang tak berpenghuni.
Ia selamat, tapi kini ia sendirian di neraka beku.
Kabar Baik untuk Charlie
Ribuan kilometer dari sana, informasi intelijen sampai ke telinga Charlie (Ye Chen).
Dengan bantuan jaringan Nanako, Charlie memantau pergerakan Kementerian Pendidikan Jepang.
Ketika ia mendengar kabar bahwa Jepang bekerja sama dengan militer AS untuk menangkap “pengkhianat” di Antartika, Charlie akhirnya menghela napas lega.
Intervensi brutal militer AS benar-benar mengacaukan rencana Wu Bolin.
Markasnya hancur, pasukannya ditangkap, dan Wu Bolin kini menjadi buronan yang harus bersembunyi di lubang es.
Ancaman potensial terbesar bagi Charlie dan orang-orang di sekitarnya kini telah hilang sepenuhnya!
