Pesona Pujaan Hati Bab 7463

Charlie Wade Si Karismatik Bahasa Indonesia, Hero Of Hearts Chapter 7460 English, Bahasa Melayu.

Bab 7460

=== HALAMAN 1 ===

Skandal Viral: Video Penyiksaan Antartika Guncang Dunia

Begitu notifikasi email masuk, hampir semua influencer media sosial Jepang mengira itu lelucon buruk.

Subjeknya terlalu gila: “Amerika Serikat Melanggar Perjanjian Antartika & Menyiksa Ilmuwan Jepang.”

Bagaimana mungkin?

Di mata mereka, aliansi AS-Jepang adalah hubungan paling sakral dan solid di dunia.

Jepang selalu menunduk hormat kepada Amerika. Bahkan ada perayaan untuk Matthew Perry, sang penakluk yang membuka gerbang Jepang.

“Amerika tidak mungkin menyakiti kita,” pikir mereka. “Mereka adalah pelindung kita.”

Namun, rasa ingin tahu manusia adalah senjata yang mematikan. Ragu-ragu, jari mereka mengklik lampiran video itu.

Influencer Jepang terkejut melihat video bukti penyiksaan militer AS di Antartika.
Rasa penasaran berubah menjadi horor: Influencer Jepang menyaksikan kekejaman terhadap bangsanya sendiri.

Kebenaran yang Mengerikan

Detik berikutnya, ruang kerja para influencer itu sunyi senyap. Mulut mereka ternganga.

Di layar, gambar beresolusi tinggi memutar adegan neraka.

Marinir Amerika bersenjata lengkap menodongkan laras senapan ke arah peneliti Jepang. Para ilmuwan itu hanya mengenakan pakaian dalam, menggigil hebat di tengah badai salju Antartika.

Mereka menjerit histeris. Kulit mereka membiru dan melepuh akibat radang dingin.

Itu bukan video AI. Itu nyata. Jeritan itu terlalu memilukan untuk dipalsukan.

Kemarahan meledak di dada para influencer. Nasionalisme mereka terusik.

Tanpa pikir panjang, mereka menekan tombol “Upload”.

Ledakan di Internet

Dalam hitungan menit, internet Jepang terbakar.

Video itu menyebar seperti virus di Twitter (X), YouTube, dan TikTok.

Awalnya ada perdebatan: “Apakah ini AI?” “Apakah ini Hoax?”

Namun, pakar digital dan netizen jeli segera mengonfirmasi: Ini Asli.

Pertanyaan besar muncul: Mengapa militer AS menyiksa warga sipil tak bersenjata? Mengapa sekutu memperlakukan Jepang seperti musuh perang?

Kepanikan Pejabat Tokyo

Di kantor pemerintahan Tokyo, para pejabat tinggi pucat pasi. Telepon berdering tanpa henti.

Melalui laporan Goro Watanabe, mereka tahu AS bertindak otoriter. Tapi mereka tidak tahu AS menyiksa rakyatnya sendiri sesadis ini.

Dan yang paling parah: Semuanya terekam dan viral.

“Kita tidak bisa menutup mata lagi!” teriak seorang menteri.

Jika mereka diam, rakyat akan memberontak. Pemerintah akan jatuh.

Dengan tangan terikat, Jepang akhirnya mengambil langkah berani. Mereka melayangkan protes resmi ke Washington, menuntut penghentian agresi dan penarikan pasukan.

Dunia Ikut Mengutuk

Api skandal ini tidak berhenti di Jepang.

Hanya dalam puluhan menit, dunia bereaksi.

China, Inggris, Prancis, hingga Rusia—para anggota tetap Dewan Keamanan PBB—mengirim nota protes keras.

Mereka tidak peduli soal Jepang, tapi mereka peduli soal Perjanjian Antartika.

Amerika Serikat tertangkap basah melanggar perjanjian suci itu dengan mengirim pasukan tempur secara rahasia.

Washington kini dikepung dari segala arah.

Negara-negara anggota DK PBB memprotes pelanggaran Perjanjian Antartika oleh AS.
Dunia bersatu mengutuk Washington: Pelanggaran Perjanjian Antartika memicu badai diplomatik.

HALAMAN SELANJUTNYA: KEPANIKAN DI GEDUNG PUTIH TENGAH MALAM -> Link ke Page 2


« Bab 7,462Daftar Bab